Selasa, 25 Desember 2018

Natal Bersama Gereja-gereja Salatiga


Ribuan jemaat Kristiani Kota Salatiga penuh rasa khusyu menjalankan Ibadah dan Perayaan Natal Bersama se-Kota Salatiga Tahun 2018. Walikota Salatiga Yuliyanto, pasiops kodim 0714/Salatiga kapten inf untung beserta Forkopimda turut hadir dalam perayaan Natal di Lapangan Pancasila (25/12).
Acara dimulai dengan sambutan ketua panitia, Ketua BKGS dan dilanjutkan dengan ibadah natal. Untaian ibadah natal diawali dengan celebration, votum dan salam, pujian jemaat, litani bersahutan, pujian jemaat, petunjuk hidup, nyanyian kesanggupan, persembahan 1, khotbah oleh Pdt, Yefta (GKI Salatiga), persembahan 2, sambutan walikota, pujian penutup dan berkat oleh Romo Bimo.
Dalam sambutannya Walikota berharap umat Kristiani menyerukan pesan perdamaian. “Saya meminta agar perayaan Natal tidak hanya dijadikan sebagai seremonial sematan. Namun lebih dari apada itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyerukan pesan-pesan perdamaian yang harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam upaya kita untuk menegakkan hak asasi manusia,” pesan Yuliyanto.

Senin, 17 Desember 2018

Peristiwa Palagan Ambarawa Dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Torehan tinta emas peristiwa Palagan Ambarawa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menunjukkan kesemestaan perjuangan yang melibatkan para pemuda dan masyarakat Ambarawa dalam melawan kekuatan kolonial Belanda. Semangat patriotisme dan nasionalisme yang dibungkus dengan keberanian, keikhlasan, serta kerelaan berkorban dalam menghadapi musuh yang jauh lebih kuat, para pejuang bersama rakyat mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman pada upacara peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 yang dilaksanakan secara terpusat di Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman Ambarawa, Sabtu (15/12).

Selanjutnya, kepada seluruh peserta upacara dan seluruh prajurit yang hadir, Kasad meminta untuk menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Selaku generasi penerus, kita wajib menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian kita dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis”, tandasnya.

Dijelaskan pula bahwa tema Hari Juang Kartika tahun 2018 ini adalah “TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat” yang merepresentasikan komitmen prajurit TNI AD dalam memgemban amanat perjuangan rakyat untuk membela kepentingan seluruh rakyat.

Melalui tema tersebut, Kasad mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS agar momentum Hari Juang Kartika dimanfaatkan untuk melakukan instropeksi serta koreksi diri. Tatap lurus kedepan guna memantapkan langkah bersama guna mewujudkan TNI AD yang kuat, tangguh, modern dan profesiaonal. 

Kasad juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS beserta keluarganya atas pengabdinannya selama ini. “Selamat Hari Juang Kartika 2018.”

Usai kegiatan upacara, dilanjutkan dengan atraksi terjun payung yang dilakukan oleh 20 orang penerjun dari TNI AD, fly pass hely TNI AD, atraksi bela diri militer, sosiodrama Palagan Ambarawa, pemberian bantuan kepada masyarakat, syukuran dan hiburan. 

Kepada insan media usai kegiatan Wakasad menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada media yang sudah meliput dan menyemarakkan peringatan HJK ke-73 ini. Wakasad juga bersukur seluruh rangkaian kegiatan sudah selesai dilaksanakan, yang diawali dengan parade dilanjutkan dengan demonstrasi.

"Terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah meliput kegiatan HJK ke-73, dan alhamdulilah hari ini kita sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan", ungkap mantan Pangdam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa maksud yang terkandung dalam tema kali ini adalah TNI bersama Rakyat bersama-sama mengabdi untuk membangun negeri ini. Sementara atraksi yang dilakukan menunjukkan bahwa TNI AD semakin kuat, profesional dan modern. 

Wakasad berharap kedepan TNI AD akan lebih profesional, yang merupakan keinginan kita bersama rakyat dan negara untuk memiliki TNI AD yang kuat dan hebat.

Disoal pesan kepada masyarakat, mantan Kapuspen TNI meminta agar masyarakat tetap baik-baik dengan tentara, karena kemanunggalan itu adalah kekuatan.

Upacara dihadiri oleh mantan Kasad Jenderal TNI Mulyono, para sesepuh TNI AD, para pejabat TNI, Polri, Pemda, purnawirawan dan pejuang, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Torehan Tinta Emas Peristiwa Palagan Ambarawa

Torehan tinta emas peristiwa Palagan Ambarawa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menunjukkan kesemestaan perjuangan yang melibatkan para pemuda dan masyarakat Ambarawa dalam melawan kekuatan kolonial Belanda. Semangat patriotisme dan nasionalisme yang dibungkus dengan keberanian, keikhlasan, serta kerelaan berkorban dalam menghadapi musuh yang jauh lebih kuat, para pejuang bersama rakyat mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman pada upacara peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 yang dilaksanakan secara terpusat di Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman Ambarawa, Sabtu (15/12).

Selanjutnya, kepada seluruh peserta upacara dan seluruh prajurit yang hadir, Kasad meminta untuk menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Selaku generasi penerus, kita wajib menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian kita dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis”, tandasnya.

Dijelaskan pula bahwa tema Hari Juang Kartika tahun 2018 ini adalah “TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat” yang merepresentasikan komitmen prajurit TNI AD dalam memgemban amanat perjuangan rakyat untuk membela kepentingan seluruh rakyat.

Melalui tema tersebut, Kasad mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS agar momentum Hari Juang Kartika dimanfaatkan untuk melakukan instropeksi serta koreksi diri. Tatap lurus kedepan guna memantapkan langkah bersama guna mewujudkan TNI AD yang kuat, tangguh, modern dan profesiaonal. 

Kasad juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS beserta keluarganya atas pengabdinannya selama ini. “Selamat Hari Juang Kartika 2018.”

Usai kegiatan upacara, dilanjutkan dengan atraksi terjun payung yang dilakukan oleh 20 orang penerjun dari TNI AD, fly pass hely TNI AD, atraksi bela diri militer, sosiodrama Palagan Ambarawa, pemberian bantuan kepada masyarakat, syukuran dan hiburan. 

Kepada insan media usai kegiatan Wakasad menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada media yang sudah meliput dan menyemarakkan peringatan HJK ke-73 ini. Wakasad juga bersukur seluruh rangkaian kegiatan sudah selesai dilaksanakan, yang diawali dengan parade dilanjutkan dengan demonstrasi.

"Terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah meliput kegiatan HJK ke-73, dan alhamdulilah hari ini kita sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan", ungkap mantan Pangdam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa maksud yang terkandung dalam tema kali ini adalah TNI bersama Rakyat bersama-sama mengabdi untuk membangun negeri ini. Sementara atraksi yang dilakukan menunjukkan bahwa TNI AD semakin kuat, profesional dan modern. 

Wakasad berharap kedepan TNI AD akan lebih profesional, yang merupakan keinginan kita bersama rakyat dan negara untuk memiliki TNI AD yang kuat dan hebat.

Disoal pesan kepada masyarakat, mantan Kapuspen TNI meminta agar masyarakat tetap baik-baik dengan tentara, karena kemanunggalan itu adalah kekuatan.

Upacara dihadiri oleh mantan Kasad Jenderal TNI Mulyono, para sesepuh TNI AD, para pejabat TNI, Polri, Pemda, purnawirawan dan pejuang, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Semangat Kemanunggalan Rakyat Dan TNI Jadi Pendorong Pengabdian Hadapi Tantangan Tugas Kedepan

Torehan tinta emas peristiwa Palagan Ambarawa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menunjukkan kesemestaan perjuangan yang melibatkan para pemuda dan masyarakat Ambarawa dalam melawan kekuatan kolonial Belanda. Semangat patriotisme dan nasionalisme yang dibungkus dengan keberanian, keikhlasan, serta kerelaan berkorban dalam menghadapi musuh yang jauh lebih kuat, para pejuang bersama rakyat mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman pada upacara peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 yang dilaksanakan secara terpusat di Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman Ambarawa, Sabtu (15/12).

Selanjutnya, kepada seluruh peserta upacara dan seluruh prajurit yang hadir, Kasad meminta untuk menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Selaku generasi penerus, kita wajib menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai pendorong pengabdian kita dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis”, tandasnya.

Dijelaskan pula bahwa tema Hari Juang Kartika tahun 2018 ini adalah “TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat” yang merepresentasikan komitmen prajurit TNI AD dalam memgemban amanat perjuangan rakyat untuk membela kepentingan seluruh rakyat.

Melalui tema tersebut, Kasad mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS agar momentum Hari Juang Kartika dimanfaatkan untuk melakukan instropeksi serta koreksi diri. Tatap lurus kedepan guna memantapkan langkah bersama guna mewujudkan TNI AD yang kuat, tangguh, modern dan profesiaonal. 

Kasad juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan PNS beserta keluarganya atas pengabdinannya selama ini. “Selamat Hari Juang Kartika 2018.”

Usai kegiatan upacara, dilanjutkan dengan atraksi terjun payung yang dilakukan oleh 20 orang penerjun dari TNI AD, fly pass hely TNI AD, atraksi bela diri militer, sosiodrama Palagan Ambarawa, pemberian bantuan kepada masyarakat, syukuran dan hiburan. 

Kepada insan media usai kegiatan Wakasad menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada media yang sudah meliput dan menyemarakkan peringatan HJK ke-73 ini. Wakasad juga bersukur seluruh rangkaian kegiatan sudah selesai dilaksanakan, yang diawali dengan parade dilanjutkan dengan demonstrasi.

"Terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah meliput kegiatan HJK ke-73, dan alhamdulilah hari ini kita sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan", ungkap mantan Pangdam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa maksud yang terkandung dalam tema kali ini adalah TNI bersama Rakyat bersama-sama mengabdi untuk membangun negeri ini. Sementara atraksi yang dilakukan menunjukkan bahwa TNI AD semakin kuat, profesional dan modern. 

Wakasad berharap kedepan TNI AD akan lebih profesional, yang merupakan keinginan kita bersama rakyat dan negara untuk memiliki TNI AD yang kuat dan hebat.

Disoal pesan kepada masyarakat, mantan Kapuspen TNI meminta agar masyarakat tetap baik-baik dengan tentara, karena kemanunggalan itu adalah kekuatan.

Upacara dihadiri oleh mantan Kasad Jenderal TNI Mulyono, para sesepuh TNI AD, para pejabat TNI, Polri, Pemda, purnawirawan dan pejuang, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Program Perbaikan RTLH Oleh Kodim 0714/Salatiga

Getasan  -  Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika 2018 yang mengusung tema TNI-AD mengabdi dan membangun bersama rakyat kodim 0714/Salatiga menggelar berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan khususnya yaitu program perbaikan RTLH dengan memperbaiki rumah tidak layak huni di wilayah Kodim 0714/Salatiga.

Program perbaikan RTLH dilaksanakan dalam rangka mewujudkan rumah yang layak dengan lingkungan bersih, nyaman dan aman bagi keluarga terutama bagi keluarga veteran. Kodim 0714/Salatiga  memberikan perbaikan sesuai kemampuan dan prioritas bagi keluarga veteran yang betul-betul tidak layak huni.

Seperti juga yang dilaksanakan perbaikan rumah tidak layak huni milik bu Sukarno, seorang janda dari veteran yang beralamat di Desa Getasan rt 05 rw 01 kec. Getasan. Perbaikan RTLH, dilaksanakan dengan gotong royong antara TNI-AD bersama masyarakat setempat. Perbaikan RTLH di laksanakan dengan memperbaiki, dinding, atap rumah, dan finishing dengan pengecatan dinding rumah.
  
Bu Sukarno merasa sangat senang dengam bantuan perbaikan RTLH ini
" saya sangat senang dengan terlaksananya perbaikan rumah saya ini. Dulu rumah saya setiap hujan atapnya selalu bocor, sekarang dengan kegiatan rehab  ini rumah saya tidak bocor lagi, keluarga saya bisa nyaman tinggal di rumah, ini merupakan rumah impian keluarga kami yang sangat kami idam-idamkan, terima kasih bapak-bapak TNI, kami tidak bisa membalas apa-apa, hanya bisa mendoakan semoga selalu di beri kesehatan", , ungkap Bu sukarno .

 kegiatan ini untuk memberikan rumah yang layak huni bagi warga yang masih memiliki rumah yang kurang layak, dan mengajarkan kepedulian terhadap sesama. 
“Kita laksanakan program ini untuk mewujudkan rumah yang layak huni bagi warga dan  juga ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sesamanya, sehingga semuanya kita lakukan secara mandiri dan bersama-sama,” ungkap Kapten Infanteri Hermanus, Danramil 03 Getasan.

Rakor Operasi Lilin Candi Natal Dan Tahun Baru Di Kabupaten Semarang

Jumat  tanggal 14 Desember 2018,pukul 09.00 wib,bertempat di Rupatama Polres Kab. Semarang, berlangsung acara rakor operasi Lilin Candi  2018, PAM Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dihadiri  60 orang.

Selain Dihadiri oleh Wakil Bupati Semarang,acara ini juga di Hadiri oleh Kapolres Semarang,Pasiops Kodim 0714/Salatiga, Forkopimda kabupaten Semarang serta jajaran terkait kegiatan pengamanan malam Natal dan Tahun baru 2019


Dikatakan oleh Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat ,SIK, SH, MM ,"Polres semarang Polda Jawa tengah menggelar rapat lintas sektoral dalam rangka menghadapi perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ,pelaksanaan linsek ( lintas sektoral) merupakan rangkaian pelaksanaan Ops Lilin Candi 2018 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

"Dengan adanya rapat lintas sektoral ini, diharapkan terjadi sinergitas dan kerjasama yang baik antar instansi, yang mana dapat bermuara pada kondusifitas maupun ketertiban di tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Semarang dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 nanti. 

"tujuan dilibatkannya semua intansi dalam acara ini, karena keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melaksanakan Natal dan Tahun Baru 2019 adalah tanggung jawab kita bersama TNI polri, dan semua pemerintahan kab semarang, semoga Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 dapat berjalan dengan tertib dan aman, tegasnya. 

Saya Berani Saya Sehat.

Jum'at tanggal 14 Desember 2018 pukul 07.00 WIB bertempat di taman Kota Bendosari Kel. Kumpulrejo Kec. Argomuliyo Kota Salatiga telah berlangsung kegiatan Peringatan Hari Aids Sedunia tahun 2018 Tingkat Kota Salatiga Dengan tema,'' Saya Berani Saya Sehat.''yang di selenggarp0pakam oleh DKK ( Dinas Kesehatan Kota ) Salatiga di hadiri lebih kurang 150 orang.


Hadir dalam acara tersebut,Walikota Salatiga (  Yulianto,SE.,MM ),Kapolres Salatiga ( AKBP.  Gatot Hendro Hartono, SE.), Pasipers Kodim 0714/Salatiga ( Kapten Inf. Carso )
Sekda Kota Salatiga ( Drs. Fahruroji ),Kabankesbang pol Salatiga ( Agung Nugroho )
Kepala DKK Kota Salatiga ( Ibu Siti Zuraidah, M.Kes ),Para elemen lapisan masyarakat.

Dikatakan oleh Walikota Salatiga Dalam sambutannya," Perkembangan epidemi HIV-AIDS hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global termasuk di Indonesia. Provinsi di seluruh Indonesia tidak ada yang dinyatakan bebas dari HIV-AIDS, bahkan diperkirakan saat ini HIV-AIDS sudah menjangkit di lebih dari 85% dari total Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. 

"Di Kota Salatiga sendiri, sejak ditemukan kasus HIV-AIDS pada tahun 1994 hingga November tahun 2018, jumlah kasus HlV-AIDS kumulatif mencapai 268 kasus yang terdiri dari 169 kasus laki-Iaki dan 99 kasus perempuan, dengan jumlah kematian sebanyak 68 kasus. Jumlah penderita HlV-AIDS lima besar berdasar pekerjaan di Kota Salatiga secara berturut-turut adalah wiraswasta, karyawan swasta, wanita pekerja seks, pemandu karaoke, dan ibu rumah tangga. Peningkatan Infeksi HIV pada masyarakat umum terutama yaitu karyawan swasta dan ibu rumah tangga perlu mendapat perhatian semua pihak. Jika hal ini dibiarkan tentu akan membahayakan generasi yang akan datang. 


"Peringatan HAS 2018 ini diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum gerakan masyarakat untuk bersamasama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV sehingga status HIV dapat diketahui sejak awal dan dapat segera mendapatkan pengobatan. Serta merubah paradigma negatif masyarakat tentang HIV-AIDS dari penyakit yang menakutkan. 

"Dengan adanya peran serta masyarakat, Semakin banyak masyarakat yang mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini maka dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV sehingga Indonesia dapat mencapai “3 Zero” yaitu ( 1) tidak ada infeksi baru HIV, (2) tidak ada kematian akibat AIDS den (3) tidak ada stigma dan Diskriminasi pada orang HlV-AIDS dengan percepatan strategi Temukan Obati Pertahankan (TOP) untuk mencapai Eliminasi HlV-AIDS pada tahun 2030. 

Di akhir sambutannya dirinya mengajak kepada semua pihak, melalui momentum HAS ini untuk ikut berperan dalam pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS serta menyebarluaskan beberapa hal yang perlu diketahui oleh kita semua antara lain: 
1). Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman.
2). Bila pernah melakukan perilaku beresiko lakukan tes HIV segera.
3). Bila hasil tes negatif tetap berperilaku aman.
4). Bila hasil tes positif selalu gunakan kondom bila berhubungan serta patuhi petunjuk dokter dalam minum obat antiretroviral (ARV).
5). Jika bertemu Orang Dengan HlV-AIDS (ODHA) tetap bersikap wajar, beri dukungan dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif.
6). Jika ben'nteraksi dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) jangan takut tertular karena virus HIV tidak menular melalui sentuhan, keringat maupun makanan yang telah di sentuh, HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah.