Senin, 09 Desember 2019
TNI Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Vihara
Salatiga,Sebanyak 30 Personil Kodim 0714/Salatiga di bawah Pimpinan Kapten Inf Joko Sukarwan melaksanakan Karya Bhakti pembersihan tempat ibadah Vihara Dharma Phala di dusun Deplongan,Desa Wates,Kecamatan Getasan ,Kabupaten Semarang, Jumat (06/12).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD yang akan jatuh pada tanggal 15 Desember 2019,Danramil Getasan sebelum melaksanakan kegiatan Pembersihan , memimpin Apel sebelum dimulainya kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Juang TNI AD saja tetapi juga kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD khususnya Kodim 0714/Salatiga untuk berpartisipasi membersihkan tempat ibadah yang ada di kota Salatiga ini dan juga merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara itu Sutini sebagai pengawas Vihara menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang tak terhingga kepada TNI AD khususnya Kodim 0714/Salatiga yang telah membantu membersihkan lingkungan tempat ibadah.
Kegiatan Karya Bhakti ini juga dikuti oleh 60 orang warga desa sekitar,mereka dengan semangat membantu pembersihan tempat ibadah tersebut,tak terihat canggung mereka bekerja dengan Anggota Kodim 0714/Salatiga,hal ini membuktikan bahwa Kemanunggalan TNI dengan Rakyat semakin Solid dan tak terpisahkan.
Danramil Kota Pimpin Karya Bhakti Di Klenteng
Salatiga,Sebanyak 30 Personil Kodim 0714/Salatiga di bawah Pimpinan Kapten Arh Sunaryo melaksanakan Karya Bhakti pembersihan tempat ibadah Klenteng T.I.T.D. HOK TEK BIO jalan Letjen Sukowati no 13 Salatiga,Jumat (06/10)
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD yang akan jatuh pada tanggal 15 Desember 2019,Danramil Kota sebelum melaksanakan kegiatan Pembersihan ,diajak berkeliling Klenteng oleh Hartono yang merupakan pengurus Klenteng T.I.T.D. HOK TEK BIO tersebut,sekaligus untuk membagi sektor pembersihan.
Pasi Bhakti TNI Korem 073/Makutarama Mayor Kav Burhanuddin.ST disaat memimpin Apel sebelum dimulainya kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Juang TNI AD saja tetapi juga kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD khususnya Kodim 0714/Salatiga untuk berpartisipasi membersihkan tempat ibadah yang ada di kota Salatiga ini dan juga merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara itu Hartono sebagai pengawas klenteng menyampaikan rasa bangga dan terimakasih yang tak terhingga kepada TNI AD khususnya Kodim 0714/Salatiga yang telah membantu membersihkan lingkungan tempat ibadah.
Senin, 02 Desember 2019
Kapten Inf Romdhoni Hadiri " Gelar Budaya untuk Pilkada yang Berintregritas dan Deklarasi oleh Bawaslu Kabupaten Semarang "
Ambarawa-Bertempat di Alun - alun Ambarawa Kelurahan Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang telah berlangsung kegiatan " Gelar Budaya untuk Pilkada yang Berintregritas dan Deklarasi oleh Bawaslu Kabupaten Semarang " ,Minggu (01/12)
Wakil Bupati Semarang yang turut hadir dalam sambutannya menyampaikan,Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yg maha esa,semoga kita selalu diberi kesehatan dan doa bersama untuk pemilu aman dan damai.
"Riuhnya Pilkada ini menyentuh segala lini. Tak pelak, masyarakat biasanya terbelah menjadi kubu-kubu beda pilihan,Akan tetapi, sebenarnya beda pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Selebihnya, di kehidupan lainnya, mereka terhubung satu sama lain, meski beda pilihan maupun partai" ucapnya
"Warga Kab. Semarang ingin menunjukkan bahwa mereka begitu menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi beragama mendekati Pemilukada 2019. Slogan beriman tak hanya didengungkan di mulut, tetapi dibarengi dengan tindakan nyata" pungkas Ngesti Nugraha
Dalam kegiatan yang di hadiri oleh,Ketua FKUB Kab.Semarang ( Kyai H Sinwani), Ketua Bawaslu Kab Semarang (Muhammad Talkhis, S.Pd), Koordinator Sekretariat Bawaslu Kab. Semarang (Sri Widodo, SH), Ketua Panitia Gelar Budaya untuk Pilkada yang Berintregritas Kab. Semarang ( Adi S.Psi), Suharnoto SH.MM (Camat Ambarawa),Forkomincam Ambarawa dan Drs Jati Trimulyanto,SH (Asisten 1)pemerintahan dan kesra Kab.Semarang ini juga dilaksanalan Deklarasi " DEKLARASI PILKADA KAB SEMARANG YANG BERINTEGRITAS "
Adapun isi dari Deklarasi tersebut:
a. Menolak dan melawan politik uang/dan ujaran kebencian dengan menggunakan isu SARA.
b. Melawan intimidasi / dan penyebaran berita bohong (hoaks)/karena mengurangi kualitas/dan integritas penyelenggaraan Pilkada.
c. Mendorong partai politik/pasangan calon/ dan tim kampanye/agar tidak melakukan politik uang/ujaran kebencian dengan menggunakan isu SARA/ serta penghasutan dan adu domba/dalam memengaru hi pilihan pemilih.
d. Mengajak seluruh pemilih/menggunakan momentum Pilkada 2020/untuk menjamin pelayanan hak pilih/menghormati keberagaman/dan mendewasakan politik kerakyatan.
e. Mendukung Bawaslu Kabupaten Semarang/melakukan pengawasan dan penindakan/secara akuntabel/terhadap pelanggaran-pelanggaran Pilkada Kabupaten Semarang 2020/sekaligus meningkatkan pengetahuan/serta kesadaran masyarakat/untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
f. Mendorong jurnalisme damai/adil/dan menjunjung etika jurnatistik// dalam pemberitaan media massa/untuk melawan politik uang/ujaran kebencian/penyebaran berita hoax/dan isu SARA/sebagai alat politik dalam Pilkada Kab Semarang 2020.
Gelar Budaya Pilkada Yang Berintregritas dan Deklarasi
Ambarawa-Bertempat di Alun - alun Ambarawa Kelurahan Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang telah berlangsung kegiatan " Gelar Budaya untuk Pilkada yang Berintregritas dan Deklarasi oleh Bawaslu Kabupaten Semarang " ,Minggu (01/12)
Wakil Bupati Semarang yang turut hadir dalam sambutannya menyampaikan,Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yg maha esa,semoga kita selalu diberi kesehatan dan doa bersama untuk pemilu aman dan damai.
"Riuhnya Pilkada ini menyentuh segala lini. Tak pelak, masyarakat biasanya terbelah menjadi kubu-kubu beda pilihan,Akan tetapi, sebenarnya beda pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Selebihnya, di kehidupan lainnya, mereka terhubung satu sama lain, meski beda pilihan maupun partai" ucapnya
"Warga Kab. Semarang ingin menunjukkan bahwa mereka begitu menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi beragama mendekati Pemilukada 2019. Slogan beriman tak hanya didengungkan di mulut, tetapi dibarengi dengan tindakan nyata" pungkas Ngesti Nugraha
Dalam kegiatan yang di hadiri oleh,Ketua FKUB Kab.Semarang ( Kyai H Sinwani), Ketua Bawaslu Kab Semarang (Muhammad Talkhis, S.Pd), Koordinator Sekretariat Bawaslu Kab. Semarang (Sri Widodo, SH), Ketua Panitia Gelar Budaya untuk Pilkada yang Berintregritas Kab. Semarang ( Adi S.Psi), Suharnoto SH.MM (Camat Ambarawa),Forkomincam Ambarawa dan Drs Jati Trimulyanto,SH (Asisten 1)pemerintahan dan kesra Kab.Semarang ini juga dilaksanalan Deklarasi " DEKLARASI PILKADA KAB SEMARANG YANG BERINTEGRITAS "
Adapun isi dari Deklarasi tersebut:
a. Menolak dan melawan politik uang/dan ujaran kebencian dengan menggunakan isu SARA.
b. Melawan intimidasi / dan penyebaran berita bohong (hoaks)/karena mengurangi kualitas/dan integritas penyelenggaraan Pilkada.
c. Mendorong partai politik/pasangan calon/ dan tim kampanye/agar tidak melakukan politik uang/ujaran kebencian dengan menggunakan isu SARA/ serta penghasutan dan adu domba/dalam memengaru hi pilihan pemilih.
d. Mengajak seluruh pemilih/menggunakan momentum Pilkada 2020/untuk menjamin pelayanan hak pilih/menghormati keberagaman/dan mendewasakan politik kerakyatan.
e. Mendukung Bawaslu Kabupaten Semarang/melakukan pengawasan dan penindakan/secara akuntabel/terhadap pelanggaran-pelanggaran Pilkada Kabupaten Semarang 2020/sekaligus meningkatkan pengetahuan/serta kesadaran masyarakat/untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
f. Mendorong jurnalisme damai/adil/dan menjunjung etika jurnatistik// dalam pemberitaan media massa/untuk melawan politik uang/ujaran kebencian/penyebaran berita hoax/dan isu SARA/sebagai alat politik dalam Pilkada Kab Semarang 2020.
Kampanye Inklusi Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 dengan Tema "Meniadakan Hambatan Dan Menghormati Perbedaan" di Selenggarakan Di Senjoyo Tengaran
Tengaran-Kampanye Inklusi Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 dengan Tema "Meniadakan Hambatan Dan Menghormati Perbedaan" di Selenggarakan oleh kampung indonesia peduli bekerjasama dengan LP Maarif NU Jateng dan pemerintahan Desa Tegalwaton,di selenggarakan di Bumi Perkemahan Umbul Senjoyo Desa Tegalwaton.Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang,Minggu (01/12)
Wakil Bupati Semarang Dalam sambutannya menyampaikan,Pada tanggal 3 Desember ditetapkan sebagai Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons With Disabilities. Adapun, tema perayaan yang diangkat tahun ini adalah "Memberdayakan dan memastikan inklusivitas juga kesetaraan bagi penyandang cacat”.
"Tema ini sengaja diangkat untuk mewujudkan masyarakat semuanya akan berjalan beriringan dalam berbagai rupa perbedaan dan tidak meninggalkan siapa pun atas dasar kelompok dan golongan, termasuk para penyandang cacat" .
"Untuk mencapai itu semua diperlukan tindakan nyata dari kedua pihak, baik penyandang cacat maupun masyarakat pada umumnya. Para penyandang disabilitas perlu menunjukkan kepada lingkungannya, mereka dapat berbuat sesuatu meski dalam kondisi yang terbatas".tambahnya
Danramil 06/Tengaran Kapten Inf Sugito yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan,Masyarakat pun harus membuka mata bahwa dalam lingkungan sosial, mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya yang memiliki keterbatasan kemampuan secara fisik dan mental.
"Saya pun mengajak semua sektor untuk selalu bekerja sama dan membuka peluang yang diperlukan untuk mempercepat pemenuhan hak penyandang disabilitas."pungkasnya dihadapan tamu undangan yang hadir.
Meniadakan Hambatan Dan Menghormati Perbedaan
Tengaran-Kampanye Inklusi Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 dengan Tema "Meniadakan Hambatan Dan Menghormati Perbedaan" di Selenggarakan oleh kampung indonesia peduli bekerjasama dengan LP Maarif NU Jateng dan pemerintahan Desa Tegalwaton,di selenggarakan di Bumi Perkemahan Umbul Senjoyo Desa Tegalwaton.Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang,Minggu (01/12)
Wakil Bupati Semarang Dalam sambutannya menyampaikan,Pada tanggal 3 Desember ditetapkan sebagai Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Persons With Disabilities. Adapun, tema perayaan yang diangkat tahun ini adalah "Memberdayakan dan memastikan inklusivitas juga kesetaraan bagi penyandang cacat”.
"Tema ini sengaja diangkat untuk mewujudkan masyarakat semuanya akan berjalan beriringan dalam berbagai rupa perbedaan dan tidak meninggalkan siapa pun atas dasar kelompok dan golongan, termasuk para penyandang cacat" .
"Untuk mencapai itu semua diperlukan tindakan nyata dari kedua pihak, baik penyandang cacat maupun masyarakat pada umumnya. Para penyandang disabilitas perlu menunjukkan kepada lingkungannya, mereka dapat berbuat sesuatu meski dalam kondisi yang terbatas".tambahnya
Danramil 06/Tengaran Kapten Inf Sugito yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan,Masyarakat pun harus membuka mata bahwa dalam lingkungan sosial, mereka hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya yang memiliki keterbatasan kemampuan secara fisik dan mental.
"Saya pun mengajak semua sektor untuk selalu bekerja sama dan membuka peluang yang diperlukan untuk mempercepat pemenuhan hak penyandang disabilitas."pungkasnya dihadapan tamu undangan yang hadir.
Jumat, 29 November 2019
Hadir Dalam MMD Bidang Kesehatan,Ini Kata Babinsa Klero:
Salatiga-Keterpaduan dan sinergitas Babinsa di tingkat desa sangat diperlukan dalam upaya mewujudkan kondusifitas wilayah sehingga keberlangsungan pembangunan di berbagai bidang dapat terlaksana dengan baik, salah satunya pembangunan kesehatan.
Seperti yang dilakukan Babinsa Klero Serda Baderun hadir dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa bidang kesehatan di Kantor Balai Desa Klero, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, Selasa (26/11).
Dalam pengantarnya Babinsa menyampaikan, Ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Tim dari UPT Puskesmas Klero yang hadir dalam Musyawarah Masyarakat Desa.
"seluruh peserta agar aktif mengemukakan pendapat dan pengalaman sehingga membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama,khususnya masalah kesehatan"tambah Baderun
Tujuan dilaksanakannya MMD, diantaranya, agar masyarakat mengenal permasalahan kesehatan yang ada di lingkungannya, mengajak masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes. Di sini peran masyarakat cukup dominan dalam menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, dan melaksanakan Desa Siaga dan Poskesdes.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Ungaran,Kab Semarang-Danramil 14/Ungaran Kapten Inf Sunarno beserta anggota melaksanakan Bhakti Sosial serta penyaluran bantuan sembako ...
-
Kodim 0714/Salatiga mendapat kunjungan dari pusat teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Untuk Melaksanakan Latihan Di Koramil Model....
-
Ambarawa,Kab-Semarang,Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambarawa, Suhardjono mengatakan tren kejahatan penyalahgunaan narkoba dan psikotro...











