Sabtu, 21 Maret 2020
BABINSA KORAMIL SUMOWONO HADIRI TRADISI SADRANAN
Tradisi Nyadran adalah nama dari salah satu budaya masyarakat Islam Jawa dalam menyambut datangnya Bulan Ramadhan,Sebuah serangkaian budaya berupa kenduri selamatan, Besik atau pembersihan makam leluhur serta upacara ziarah kubur, dengan mendoakan roh yang telah meninggal di area makam,Oleh masyarakat Jawa terutama Jawa Tengah, tradisi ini biasa dilaksanakan di setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya’ban.
Tradisi tersebut yang masih tetap terjaga dan lestari di kecamatan Sumowono,Seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat dusun Delik,Desa Candi Garon,Kecamatan Sumowono,Kabupaten Semarang,Bersama Babinsa,Lurah,Babinkamtibmas,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat mereka mengadakan Tradisi Nyadran Menyambut Bulan Suci Ramadhan,Jumat (20/03)
Adapun dalam pelaksanaanya, diawali dengan pembacaan yasin , zikir, tahlil, dan doa, serta tausiyah, kemudian ditutup dengan makan bersama.
Dikatakan oleh Serda Priyadi Nyadran merupakan Perpaduan antara adat budaya serta agama .tradisi peninggalan budaya yang tak terrnilai harganya dan perlu dilestarikan.
"Masyarakat yang mengikuti Nyadran biasanya berdoa untuk kakek-nenek, bapak-ibu, serta saudara-saudari mereka yang telah meninggal"pungkasnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Kodim 0714/Salatiga mendapat kunjungan dari pusat teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Untuk Melaksanakan Latihan Di Koramil Model....
-
Kamis 12 April 2018, pukul 06.00 WIB, bertempat di Stadion Kridanggo Kota Salatiga, telah berlangsung kegiatan Garjas Periodik tahun 201...
-
Kaliwungu,Kab Semarang-Kaliwungu,Danpos Koramil 07/Susukan Peltu Agus Sutejo menghadiri monitoring kesiapan sarpras Protkes Covid-19 dalam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar